← Semua artikel

Ngobrol sama cewek soal apa: topik yang bikin obrolan nggak kehabisan napas

Baru chattingan beberapa hari, udah bingung mau nulis apa lagi. Kita lihat topik ngobrol sama cewek bisa diambil dari mana, pertanyaan apa yang lebih efektif daripada "hari ini gimana", hal apa yang sebaiknya dihindari di awal kenal, dan apa yang harus dilakukan kalau topik udah habis.

Alat untuk topik ini: Ulasan Profil

Pesan pertama sudah lewat, dia membalas, obrolan mulai mengalir. Beberapa hari pertama semuanya mudah: asal dari mana, kerja apa, akhir pekan gimana. Lalu suatu saat kamu menatap kolom chat yang kosong dan tidak tahu harus menulis apa lagi. Rasanya semua topik sudah dibahas, tapi mengulang “hari ini gimana” untuk kelima kalinya rasanya aneh.

Banyak orang di titik ini mengira masalahnya ada di diri sendiri: “aku garing, nggak ada yang bisa diceritakan”. Hampir selalu itu tidak benar. Topik tidak muncul jadi di kepala begitu saja, tapi ditemukan sambil jalan dalam obrolan, dan ini bisa dipelajari dalam satu malam saja. Mari lihat topik bisa diambil dari mana, pertanyaan apa yang lebih efektif daripada pertanyaan rutin, dan apa yang harus dilakukan kalau obrolan mulai kehabisan napas.

Topik ngobrol bisa diambil dari mana

Dari profilnya

Sumber yang paling diremehkan. Cewek itu sudah menceritakan tentang dirinya sejak sebelum kamu menyapa: foto, deskripsi, jawaban atas pertanyaan di profil. Setiap detail di sana bisa jadi topik: lokasi di foto, anjing peliharaan, buku yang dipegang, kalimat soal pekerjaan atau soal sesuatu yang dia nggak tahan. Coba baca ulang profilnya setelah kalian mulai ngobrol, kamu akan menemukan hal yang terlewat waktu masih mempertimbangkan apakah mau menyapa atau tidak.

Contohnya: “Di salah satu foto kamu lagi di danau atas gunung. Itu di mana sih? Kelihatannya harus jalan kaki tiga jam buat sampai sana.”

Dari apa yang sudah dia tulis

Setiap pesannya berisi lebih dari sekadar jawaban atas pertanyaanmu. Dia mungkin menyebut capek habis kerja, temannya ulang tahun, atau mau ke rumah orang tua akhir pekan ini. Semua itu benang yang bisa ditarik lagi. Daripada bertanya hal baru tentang dirinya, coba kembali ke hal yang dia sebut sambil lalu.

Contohnya: “Kamu bilang kerjaan lagi numpuk ya. Itu biasa aja atau sekarang lagi ada yang khusus?”

Dari hidupmu sendiri

Obrolan yang isinya cuma kamu bertanya akan cepat berubah jadi wawancara kerja. Ceritakan juga soal dirimu: apa yang terjadi hari ini, hal lucu yang kamu lihat di jalan, apa yang sedang kamu tonton atau baca. Tidak perlu menunggu sampai ada sesuatu yang besar terjadi. Hal-hal kecil justru lebih efektif: mudah ditanggapi, dan menunjukkan kamu orang sungguhan, bukan sekadar profil.

Contohnya: “Hari ini di kereta ada bapak-bapak yang bawa tanaman hias besar di pangkuannya, terus dia ngomong sama tanamannya itu. Sampai sekarang aku masih kepikiran dia ngomong apa ke tanamannya.”

Topik ngobrol sama cewek yang biasanya berhasil

Kalau masih butuh daftar, ini topik-topik yang mudah dijawab dan menarik untuk dibahas. Yang penting jangan ditanyakan berurutan seperti mengisi formulir: ambil satu topik, ceritakan sedikit soal dirimu, tunggu jawabannya, dan obrolan akan mengalir sendiri.

Yang ringan dan sehari-hari:

  • makanan: dia biasa masak apa, tempat makan favorit, makanan yang dia nggak akan pernah coba;
  • akhir pekan: biasanya dihabiskan dengan apa, Sabtu yang ideal, rencana ke depan;
  • film, series, buku: sedang nonton apa, yang ditonton berulang-ulang, yang disukai semua orang tapi dia tidak;
  • jalan-jalan: pernah ke mana, mau ke mana, cerita paling aneh atau lucu dari sebuah perjalanan;
  • musik: dengar apa di jalan, konser pertama, lagu yang malu-malu diakui disukai.

Agak lebih dalam, kalau obrolan sudah terasa akrab:

  • masa kecil: dulu mau jadi apa, kenangan yang masih nempel, suka main apa;
  • kerjaan: apa yang disukai dari pekerjaannya, kalau nggak perlu mikir uang mau kerja apa;
  • kebiasaan dan keunikan: ritual pagi, hal yang bikin kesal, soal apa dia keras kepala;
  • rencana: mau capai apa tahun ini, mau belajar apa.

Model permainan, kalau ingin bikin obrolan lebih hidup:

  • “kalau... kamu bakal ngapain”: menang lotre, bangun di negara lain, punya satu bulan bebas;
  • pilih salah satu: laut atau gunung, orang malam atau orang pagi, nonton di rumah atau di bioskop;
  • cerita singkat: “coba ceritain kejadian paling absurd yang pernah kamu alami.”

Cara bertanya supaya enak dijawab

Topiknya sendiri tidak menentukan banyak hal, sebagian besar tergantung cara bertanya.

Pertanyaan terbuka lebih baik daripada pertanyaan tertutup. “Suka jalan-jalan nggak?” hanya memberi satu jawaban: ya atau tidak. “Kalau besok ada tiket gratis ke negara mana pun, mau ke mana?” memberi sebuah cerita.

Bertanya sambil menyertakan jawabanmu sendiri. Jangan cuma “film favoritmu apa”, tapi coba “aku baru nonton ulang Back to the Future, dan baru sadar waktu kecil nggak ngerti setengah leluconnya. Kamu punya film yang pas ditonton ulang pas udah dewasa jadi kelihatan beda?” Cara ini membuatmu menentukan nada obrolan dan menunjukkan kamu bertanya karena benar-benar tertarik, bukan sekadar formalitas.

Satu pertanyaan dalam satu waktu. Tiga pertanyaan dalam satu pesan membuat dia harus memilih mana yang dijawab, sisanya terlewat. Lebih baik satu pertanyaan, tapi yang bagus.

Tanggapi jawabannya. Kesalahan paling sering: dapat jawaban lalu langsung lompat ke pertanyaan berikutnya. Coba beri komentar, bercanda, bagikan cerita yang mirip, atau tanyakan detail lebih lanjut. Dengan begitu obrolan berhenti terasa seperti wawancara dan jadi percakapan sungguhan.

Yang sebaiknya tidak dibahas di awal kenal

  • Mantan dan hubungan masa lalu. Ini topik yang butuh kepercayaan yang belum ada.
  • Uang, gaji, siapa habiskan uang berapa.
  • Politik dan perdebatan yang tajam. Lewat chat nada bicara tidak terdengar, dan perdebatan mudah berubah jadi berantem.
  • Memuji penampilan di setiap pesan, atau sindiran yang mengarah ke hal seksual. Satu pujian yang pas itu baik, tapi pujian bertubi-tubi membuat capek dan curiga.
  • Mengeluh soal hidup atau soal cewek-cewek lain di aplikasi kencan. Itu cuma menunjukkan sisi dirimu yang sebenarnya tidak ingin kamu tunjukkan.

Kalau topik sudah habis

Ini bisa terjadi pada obrolan mana pun, dan bukan berarti semuanya sudah berakhir. Ada beberapa cara menghidupkan obrolan lagi.

Kembali ke benang yang belum selesai. Baca ulang obrolan dari awal. Hampir selalu ada sesuatu yang kamu tinggalkan di tengah jalan: perjalanannya, cerita soal kerjaan, film yang katanya mau ditonton. Tanyakan bagaimana akhirnya.

Kirim sebuah alasan untuk ngobrol. Foto dari sesuatu yang kamu lihat, link yang berkaitan dengan obrolan sebelumnya, hal kecil yang lucu dari harimu. Pesan seperti ini tidak minta jawaban atas pertanyaan apa pun, cukup enak buat ditanggapi.

Ajak ketemuan. Kalau sudah chattingan seminggu dua minggu dan obrolan mulai terasa datar, seringnya itu tanda chatnya sudah selesai tugasnya. Ajak ngopi atau jalan-jalan: obrolan langsung bisa memberi topik lebih banyak daripada sebulan chattingan.

Kalau obrolan sudah hening dan dia berhenti membalas, itu punya sebab dan cara memulainya sendiri: cewek berhenti balas chat: alasan yang sering terjadi dan cara memulai lagi

Kalau obrolan macet sejak awal

Kalau obrolan berulang kali tidak jalan setelah pesan-pesan pertama, masalahnya biasanya ada di cara memulai obrolan itu sendiri. Ini dibahas terpisah: pesan pertama di aplikasi kencan: cara menulis yang dibalas

Dan kalau butuh seseorang melihat obrolanmu dari sudut pandang luar, ada Bantuan pesan: kirim tangkapan layar obrolannya, dan dia akan menemukan benang konkret yang bisa ditarik, serta menyarankan apa yang bisa ditulis selanjutnya.

Pertanyaan yang sering muncul

Ngobrol sama cewek soal apa kalau dia selalu balas pendek-pendek? Coba pertanyaan terbuka yang tidak bisa dijawab “iya” atau “tidak”, dan tambahkan sedikit soal dirimu sendiri. Kalau setelah itu balasannya masih tetap pendek, mungkin saat ini dia memang tidak punya waktu untuk chattingan, atau ketertarikannya belum besar. Itu wajar, tidak perlu memaksa obrolan tetap jalan.

Berapa lama sebaiknya chattingan sebelum ketemuan? Tidak ada aturan pasti, tapi biasanya satu sampai dua minggu obrolan yang hidup sudah cukup. Kalau obrolannya berjalan baik, mengajak ketemu lebih cepat juga boleh. Chattingan lama tanpa ketemuan biasanya malah kehabisan napas, bukan berkembang jadi sesuatu yang lebih.

Normal nggak kalau menyapa duluan setiap hari? Normal, asal dia membalas dengan senang hati dan juga bertanya balik. Kalau obrolan cuma bertahan karena kamu terus yang memulai, coba berhenti sehari dua hari dan lihat apakah dia akan menyapa sendiri.

Apa yang harus dilakukan kalau takut dianggap garing? Yang membuat obrolan garing adalah kalau isinya cuma pertanyaan terus, meski kamu punya banyak cerita menarik. Bagikan hal-hal kecil dari harimu, tanggapi jawabannya, dan jangan takut dengan topik-topik sederhana: dari situlah biasanya obrolan sungguhan lahir.

Singkatnya

Topik ngobrol sama cewek tidak perlu dipikirkan jauh-jauh hari. Semuanya ada di profilnya, di apa yang sudah dia tulis, dan di harimu sendiri. Ajukan pertanyaan terbuka, tambahkan sedikit soal dirimu, tanggapi jawabannya, dan jangan sampai obrolan berubah jadi mengisi formulir profil. Kalau topik mulai habis, itu saat yang pas untuk mengajak ketemuan: obrolan paling menarik tetap terjadi saat ketemu langsung.

Dapatkan ulasan profil yang jujur

AI dan orang nyata lawan jenis akan menelaah profilmu dan memberitahu apa yang berhasil dan apa yang bikin orang menjauh, beserta alasannya. Gratis.

Dapatkan ulasan